Header Ads

Tegang dengan polisi, buruh mau ke Balai Kota bubar setelah digertak

 Tegang dengan polisi, buruh mau ke Balai Kota bubar setelah digertak


LIGACAPSA Unjuk rasa buruh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akhirnya berakhir. Itupun setelah pihak kepolisian menggertak mereka untuk bubar.

Setelah mereka meninggalkan Kementerian Perhubungan, buruh memaksa kembali ke Balai Kota. Namun, negosiasi tidak dikabulkan, mengingat ketentuan batas aksi pada pukul 18.00 telah dilewati.

Pantauan merdeka.com, Jumat (10/11) polisi dan buruh saling berhadapan. Suasana tegang. Puluhan personel dan dua mobil water cannon, disiagakan dan memblokade jalur buruh menuju Balai Kota. Tepatnya di depan pintu masuk lapangan IRTI Monas, Jalan Medan Merdeka Selatan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Suyudi Ario Seto mengambil alih komando. Dia memerintahkan para buruh yang tidak mau meninggalkan lokasi untuk bubar.

"Anda sudah berkomitmen setelah salat magrib membubarkan diri. Apabila tidak mau membubarkan diri terpaksa kita membubarkan paksa. Saya beri waktu lima menit," ujar Suyudi di mobil komando polisi.

Gertakan itu pun berhasil. Komando buruh melunak dan setuju untuk kembali ke tempat asal. Mobil komando mereka mutar arah menuju arah sebaliknya lantaran jalan ke depan terhadang blokade polisi.

Sekitar pukul 19.40 WIB, para buruh berangsur berkurang. Mereka saling absen untuk menuju kendaraan untuk pulang.

Adapun tujuan buruh awalnya adalah menginap di area Balai Kota. Itu mereka lakukan lantaran tidak diperbolehkan menuju Istana Negara. Tuntutan mereka bertemu presiden tidak dipenuhi.

Tentunya rencana itu ditentang oleh pihak pengamanan. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Suyudi Ario Seto melarang para buruh untuk menginap.

"Enggak boleh nginep, enggak boleh," ujarnya saat setelah massa meninggalkan Jalan Medan Merdeka Barat.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.