Cerita Dewasa Aku Menginginkan Dua Penis Sekaligus
Cerita Dewasa Aku Menginginkan Dua Penis Sekaligus
LIGACAPSA Aku dan suami aku baru menikah sekitar 8 bulan, bagiku suami aku adalah guru seksku yg paling luar biasa, terkadang aku sampai kewalahan menghadapi gairahnya yg begitu tinggi. Sebelum menikah mungkin aku adalah gadis yg lugu, Sex adalah hal yg tabu bagiku, tetapi begitu merasakan nikmatnya sex, aku begitu merindukannya setiap waktu.
Suamiku orang yg inovatif dlm urusan ranjang, dari aku yg lugu menjadi
aku yg liar dan haus sex dibuatnya. Terkadang dlm bersetubuh kami
menggunakan alat bantu, kami mempunyai beberapa alat bantu seperti
butterfly, kondom sambung dan vibrator. Dari semua alat bantu tersebut
semuanya memberikan kenikmatan yg berbeda-beda, tetapi favoritku adalah
vibrator.
Wah sambil menulis ini aku jadi membayangkan penis silikon itu maju
mundur didalam meqi aku. Kelebihan dari vibrator itu selain bisa maju
mundur secara otomatis tetapi jg dapat memberikan sensasi luar biasa
menjelang aku orgasme karena sambil maju mundur vibrator itu dapat
disetel bergetar.
Bagi para istri coba deh, apalagi sekarang alat bantu sex mudah sekali
diperoleh. Terkadang kalau lagi “on” aku jg suka masturbasi dgn alat
bantu. suami aku sangat senang melihat aku bermasturbasi.
Sebenarnya dia yg pertama kali mengajarkan masturbasi kepadaku, dan dia
ngga keberatan apabila aku bermasturbasi didepan dia, malah katanya aku
sangat seksi dan merangsang, kalau sdh begitu masturbasiku pasti
berganti dgn persetubuhan yg liar dan panas.
Selain menggunakan alat bantu, kami jg suka bersetubuh ditempat-tempat
yg ngga lazim, bosan kalau ditempat tidur terus kata suami aku. Kami
pernah bersetubuh di taman depan rumah dimana tingkat ketahuan sama
orang lainnya sangat tinggi. Seru sekali nikmat sambil degdegan.
Selain itu kami pernah bersetubuh diatas balkon sebuah apartemen
terkemuka di Jakarta, kalau penghuni kamar sebelah ke balkon jg, wah
gimana jadinya, tetapi itulah kenikmatannya. Kami jg pernah bersetubuh
dikolam renang salah satu hotel di Bali dan hampir ketahuan, Ternyata
enak lo bersetubuh didalam air, sensasinya sungguh luar biasa.
Sebenarnya bukan itu yg mau aku ceritakan. aku mau bercerita tentang
hadiah ulang tahun yg diberikan oleh suami aku bulan yg lalu, tepat pada
usiaku yg ke-28. Pada waktu itu kami sepakat merayakan disebuah hotel,
cuma aku dan suamiku. Hotelnya ada di kawasan Slipi, kami menyewa salah
satu kamar yg ada dilantai 21. Memang dari rumah aku sdh menduga bahwa
ada kejutan yg sangat merangsang yg akan diberikan oleh suami aku,
tetapi aku ngga menduga betapa luar-biasanya kejutan tersebut.
Saat makan malam suami aku memberikan ucapan selamat ulang tahun kepadaku.
“Met ultah Sayang”.
Kemudian dia mengambil sesuatu dari saku celananya, sebuah kotak hitam
kecil dan membukanya di hadapanku. Wah sebuah kalung dari emas putih
bermatakan berlian, aku senang sekali karena walaupun buas diranjang,
Suamiku sangat romantis.
“Sini aku pakaikan” kata suami aku seraya memakaikan kalung tersebut.
“Terima kasih ya Mas” kataku.
“Itu masih hadiah pembukaan Sayang, masih ada paket hadiah yg lainnya” katanya.
“Apaan tuh Mas, jangan main rahasiarahasiaan dong” kataku lagi.
“Sekarang kita selesaikan makam malamnya nanti hadiah utamanya diberikannya di dlm kamar” katanya genit.
Rasanya aku tahu apa hadiah utamanya kataku dlm hati, pasti dia
memberikan sex toys baru lagi. gak lama kami menyelesaikan makan malam
kami, setelah berjalanjalan sebentar melihat lihat pemandangan di lobby,
suami aku mengajakku kembali ke kamar.
“Mau lihat hadiah utamanya nggak?” katanya, aku cuma tersenyum.
“Bikin penasaran orang aja” kataku.
“aku kan mau memberikan sesuatu yg beda, Sayang” katanya lagi.
gak lama sampailah kami di kamar. suami aku menyalakan TV dan aku masih bertanyatanya dlm hati mengenai kejutan dari suami aku.
“Siap utk kejutannya, Sayang” katanya sambil mencium bibirku dgn lembut.
Itulah suami aku, dia sangat tahu bagaimana memperlakukan perempuan.
Kamipun mulai berciuman, ternyata ini toh kejutannya kataku, tetapi masa
cuma ini sih, yg seperti ini kan tiap hari kami lakukan.
Saat aku sedang terbuai ketika tetek aku dicumbu oleh suami aku, bel
kamar berbunyi kembali, suami aku memintaku utk membuka pintu.
“Selamat malam, Mbak’ apakah ini kamar Pak Ardi ?” seorang pemuda bertanya kepadaku.
“O iya benar, ayo masuk. Pak Ardi nya ada kok di dlm” dlm hati aku
mengomel kok datang di saat yg nggak tepat sih, orang lagi mau asik
diganggu.
“Halo Marcel, ayo silakan duduk jangan sungkan, perkenalkan ini Sinta, istri saya”. Sapa Suamiku
“Marcel”, kata pemuda tersebut sambil menyodorkan tangannya.
“Sinta“, kataku singkat.
“Bawa pesanan saya Cel?”, tanya suami aku.
“Bawa Mas”, katanya sampil menyerahkan sesuatu kepada suami saya.
Rupanya sebotol champagne.
“Hari ini Mbak Sinta ulang tahun Cel, kita harus memberikan hadiah yg
khusus, sekarang tolong persiapkan dong”, kata suami aku meminta si
Marcel menyiapkan minuman tersebut.
“Baik Mas” kata Marcel sambil tersenyum.
gak lama Marcel datang dgn 3 gelas champagne.
“Mari kita bersulang”, kata suami aku sambil membagikan gelas.
“Demi kebahagiaan kamu, Sayang” kata suami aku lagi.
Kami menghabiskan isi gelas tersebut. Setelah itu kami ngobrol tentang
bebagai hal, dari politik sampai ke lelucon porno, tetapi ketika ngobrol
aku kok merasa begitu horny, aku terangsang sekali.
Nafasku turun naik seolah olah enggak mampu menahan birahi dan apabila
aku menggeser pantatku dari tempat tidur. Sedikit gesekan pada meqi saja
memberikan rangsangan yg sungguh luar biasa, aku gak tahan lagi tetapi
aku masih sadar karena aku melihat masih ada Marcel di situ.
“Mas”, kataku lirih sambil menahan gejolak birahi, maksudku agar
menyuruh Marcel pulang dan kami dapat melanjutkan pertempuran yg
tertunda.
Tp suami aku malah berkata,
“Siap buat hadiahnya Sayang?”.
Tangan suami aku meremas perlahan tetek aku dan bibirnya melumat
bibirku. Sekarang aku sdh lupa diri, setiap remasan pada tetek aku
membuat aku ngga peduli lagi bahwa ada orang lain dikamarku. Satu demi
satu kancing bajuku terlepas.
Suami aku terus mencumbuku, karena sdh ngga tahan aku jg merespon
rangsangan suami aku, malam itu setiap sentuhan maupun remasan rasanya
lebih nikmat satu juta kali dibanding biasanya. aku telanjang bulat
sekarang, aku terus merasakan nikmatnya remasan di tetek aku, suami aku
meminta aku telentang kemudian dia mengangkangkan kedua pahaku dan
menjilati seluruh meqi aku.
“Aaaccrhh..”, aku menggelinjang nikmat.
Klitorisku distimulasi dgn sedemikian nikmatnya. Sambil merasakan nikmat
pada meqi aku, aku meremas tetek aku sendiri, suami aku rupanya
mengerti sambil menjilati meqi aku tangannya membantu meremas tetek aku
dan memilin putingku.
Mataku terpejam nikmat, hebat sekali suami aku malam ini, lebih hebat dari biasanya.
Meqi Aku sekarang dia menjilati seluruh tetek aku dan puting nya, aku
cuma bisa terpejam nikmat. Antara sadar atau ngga sadar aku merasa saat
memegang rambut suami aku rasanya kok berbeda.
Betapa terkejutnya aku ketika aku membuka mataku bukannya suami aku yg
ada didepanku tetapi si Marcel yg sdh telanjang bulat jg, aku terkejut,
aku mau marah tetapi ngga bisa, kenikmatan demi kenikmatan yg kuperoleh
mengalahkan segalanya. Kulihat suami aku duduk di kursi di samping
ranjang sambil mengurut urut penis nya.
“Mas, kamu..”, kataku gak sanggup meneruskan kata kataku karena menahan nikmat.
“Nikmati saja hadiahnya Sin”, katanya.
Aku pun melihat dia pun sdh dikuasai nafsu melihat istrinya dicumbu
sedemikian rupa. Aku pun memutuskan utk menikmati saja malam ini karena
aku ngga dapat berhenti lagi dan sdh terlanjur.
Marcel memintaku utk berjongkok, kemudian mengarahkan penis nya
kemukaku, aku mengerti dgn segera saja kusambar dan kumasukan kedalam
mulutku, kuhisap dan kunikmati sedemikian rupa. Marcel menggelinjang
sedemikian rupa, menahan nikmat.
“Teruus Mbak Sinta, teruuss..”, katanya meracau.
Penis Marcel ukurannya sama seperti suami aku cuma lebih banyak uratnya
dan kepalanya lebih besar. Kalau ditaksir umurnya mungkin baru sekitar
17 tahun. Sambil terus meng-oral penis nya si Marcel aku merasa tetek
aku ada yg meremas dari belakang, ternyata adalah suami aku. aku tambah
ngga karuan saja menahan serangan nikmat dari dua laki laki.
“Masukan sekarang Cel, masukan sekarang..”, pintaku.
Dgn lembut Marcel memasukan penis nya ke dlm meqi aku, setiap pergerakan
mili demi mili dari penis Marcel memberikan sensasi yg ngga
tertahankan.
Marcel terus memompa penis nya didalam meqi aku, sementara itu suami aku
mengarahkan penis nya ke dlm mulut istri nya yg udah nafsu banget ini,
jadilah meqi dan mulut aku di entot sama dua penis cowok. cuma sekitar 5
menit aku dientot dari 2 lobang begitu aku lalu orgasmeku.
“aku mau sampai”, kataku dgn mulut masih penuh oleh penis suami aku.
Akhirnya,
“Aaarrcchh ..”, aku mengejan hebat, aku merasakan seluruh otot kewanitaanku berkontraksi, pandanganku menjadi gelap rasanya.
Setelah itu kami masih terus mencoba gaya ini dan itu karena kedua laki
laki ini mempunyai keperkasaan yg luar biasa di ranjang, baru setelah
orgasmeku yg keempat suamiku memuntahkan spermanya didalalam meqi aku
dan gak lama Marcel memuntahkan spermanya jg didalam meqi aku.
Setelah itu kami pun tertidur kelelahan.
Saat aku tidur terasa ada yg menciumku.
“Selamat pagi Sayang, gimana hadiahnya semalam?”, ternyata suami aku membangunkanku.
“Mas kok tega sih, aku kan istrimu, kok rela sih istrinya ditiduri orang”, kataku.
“Kamu menikmatinya nggak?”, dia balik bertanya.
Jujur dlm hati belum pernah aku mendapatkan kenikmatan sedemikian rupa, satu penis aja sdh enak apalagi dua. aku cuma terdiam.
“Ya sdh kalau kamu marah aku minta maaf”, kata suami aku.
“Mas, aku kok bisa terangsang banget sih semalam, memangnya yg diminum apa sih?”, tanyaku.
“Cuma segelas champagne kok, tetapi di gelas kamu ditambah dgn beberapa tetes spanish fly”, katanya sambil tersenyum.
Pantas, umpatku dlm hati, aku begitu terangsang, mungkin kalau dlm
kondisi normal aku belum tentu mau ber threesome ria seperti semalam.
Kulihat Marcel masih tertidur pulas.
“Marcel itu siapa sih” tanyaku pada suami aku.
“O.. dia gigolo, aku menyewanya utk kamu, tenang, dia bersih kok”, jawab suami aku.
Pantas goyangan dan pompaannya begitu professional.
“Tp kamu puas kan sama hadiahnya?”, tanya suami aku lagi.
aku cuma tersenyum, aku nggak mau munafik semalam aku sangat
menikmatinya dan mungkin suatu saat rindu utk mengulanginya lagi. Jujur
aku merasa menjadi wanita sejati semalam.
“Ya sdh kalau kamu menikmatinya, aku ke bawah dulu mau cari rokok, ini
sisa pembayaran buat si Marcel, nanti serahkan saja ke dia”, kata suami
aku sambil pergi meninggalkan kamar.
Di dlm kamar aku termenung mengingat kejadian semalam, sungguh luar
biasa, sungguh fantastis. Tibatiba mataku tertuju kepada Marcel dlm hati
aku memuji ganteng jg, badannya sangat atletis.
Dlm hatiku terbersit keinginan utk menikmati Marcel saat suami aku ngga
ada, bukankah nggak masalah kalaupun suami aku sampai tahu, bukankah
semalam si Marcel jg sdh ngentot meqi aku di depan suami aku.
Utk memuaskan penasaranku bagaimana bersetubuh dgn gigolo maka dgn
lembut aku membangunkan si Marcel dgn cara menghisap penis nya yg masih
kecil, perlahanlahan penis itupun menjadi besar, gagah, berotot dan
menjulang.
Marcel terbangun, aku minta dipuaskan Marcel dgn cara gigolo yg paling
profesional, kami mengulanginya dua kali ditempat tidur dan dikamar
mandi, kami mandi bersama. Sekali lagi aku sangat puas. (nggak usah
dibahas mengenai gayanya ya.. karena sama seperti cerita yg lain ya
begitu begitu jg, yg berbeda cuma nikmatnya aja)
Sampai saat ini aku masih terkenang dgn kejadian itu, tetapi aku ngga
pernah lagi berhubungan seks dgn lelaki lain, biar bagaimanapun bagi
wanita seks harus didukung dgn cinta, yg aku lakukan dulu jg karena aku
mencintai suami aku.



Tidak ada komentar: