Cerita Sex Dokter Seksi Yang Cabul
Cerita Sex Dokter Seksi Yang Cabul
LIGACAPSA Menunggu bukanlah hal yang mebosankan. Contohnya Dhani ini, setelah kurang lebih menunggu dokter selama 1 jam lebih untuk melakukan Medical Check up, pada akhirnya rasa jenuhnya terobati karena pada akhirnya dia mendapatkan kenikmatan sex dari dokter cantik dan haus sex. Ingin Tahu kelanjutanya para pembaca ??? langsung saja simak cerita dibawah ini !!!
Sebelum bercerita aku akan memberikan sedikit gambaran tentang saya. Aku
seorang Pria yang berusia 20 tahun dan berstatus single. Namaku Dhani
(nama samaran), tinggi badan 175 cm,berat badan 70 kg,kulit putih, wajah
polos tapi ganteng,hhe. Itu kata dokter bohay kesayanganku yang akan
aku ceritakan di cerita sex ini loh para pembaca.
Aku sudah beberapa kali melakukan medical check up, bahkan 3 tahun
berturut turut aku melakuakn hal itu untuk keperluan melamar kerja. Nah
pada medical check up yang ke tiga ini, adalah medical check up yang
paling mebahagiakan untukku. Pada sore itu aku pergi kesebuah tempat
untuk melakuakan medical check up.
Pada 2 hari sebelumnya aku sudah melakukan tahap pertama, seperti tes
urine, tes darah, dan tes kotoran(pup). Disore itu aku melakukan medical
check up untuk tahap terakhir, yaitu tes untuk mengetahui apakah aku
punya penyakiut dalam atau tidak. Sore sesampainya di tempat medical
check up antrianya sungguh luar biasa panjangnya.
Untung saja saat itu adalah antrian medical check up tahap pertama,
amanlah jadinya. Sesampainya disana akupun bertanya kepada ketempat
loket pedaftaran dan aku menunjukan surat untuk melakukan medical check
up tahap terakhir. Kata pihak loket dokteryang melakuakn medical check
up tahap terakhir itu datangnya setengah jam lagi.
Karena seperti itu keadaanya akupun akhirnya terpaksa harus menunggu di
kursi yang diperuntukan para calon pasien untuk menunggu. Sebenarnya aku
tipe orang yang tidak suka menunggu sih, namun bagaimana lagi karena
memang aku butuh hasil test itu. Agar aku tidak bosan akupun bermain
game di hp androidku.
Lumayanlah untuk pengilang rasa bosan. Saat itu dengan asiknya aku
bermain game dikursi tunggu Saking asiknya tidak terasa sudah 40 menit
aku menunggu dokter itu datang. Batre hpku yang lupaaku charge saat itu
sudah lowbath saja karena aku gunakan untuk bermain game. Saat itu sudah
setengah jam lebih dokter belum kunjung tiba.
Aku yang mulai merasa bosan karena sudah lama menunggu dan tidak ada
hiburan lagi karena hp-ku lowbath akhirnya aku bertanya kepada pihak
loket pendaftaran lagi,
“ Permisi Mbak, dokternya sudah datang belum mbak ??? kata mbak dokter
akan datang setengah jam lagi, ” tanyaku dengan muka yag sedikit kesal.
“ Maaf mas, dokternya belum datang mungkin ini saya hubungi juga nggak
membalas Mas, mungki dia kena macet kali mas, mohon sabar ya Mas, ”
jawab mbak-mbak loket.
“ Iyadeh Mbak, huhhhh.., ” ucapku dengan muka kesal.
Tuh dokter niat praktek nggak sih, masak jam segini belum datang juga,
ucapku menggerutu sembari menuju ke kursi tunggu. Dengan rasa hati yang
udah kesal, aku terpaksa harus menunggu lagi. Aku menunggu dikursi itu
dengan melihat lihat sekeliling klinik itu. Menit demi menit aku lalui
dengan penuh kebosanan.
Tidak terasa aku sudah menunggu tepat selama 1 jam namun dokter tak
kunjung tiba. Saat itu aku semakin kesal saja. Dalam hati aku
menggerutu, kalau 15 menit lagi nggak dateng gue pulang deh, terserah
mau dapet hasil testnya apa nggak. Didalam kebosananku saat itu
tiba-tiba saja ada hal menarik lewat dididepan mataku.
Lewatlah seorang wanita yang cantik,putih,berdada montok, dan berpantat
semok. Wow… gila tuh tante-tante hot banget,ucapku dalam hati. Hilang
begitu saja rasa bosanku ketika melihat dia. Jika aku perkirakan umurnya
kisaran 35 tahunan. Sungguh hot banget para pembaca, wanita seusia dia
tubuh dan kulitnya masih kencang sekali.
Andai saja dia dokternya, mau nunggu setahun juga aku betah, wkwkwk…
khayalku. Sepanjang dia berjalan u perhatikan dia dari tempat duduku,
benar-benar kencang dan semok pantat tante itu. Namun sayangnya aku
hanya bisa meliht dia beberapa detik saja, ahhhh. Kembalilah rasa bosan
aku rasakan.
Saat menunggu dokter itu aku sampai menguap dan mengantuk. Namun sekitar
5 menit setelah lewatnya tante semok itu akhirnya pihak loketpun
memberitahukan aku agar segera masuk keruang praktek dokter. Untuk
ruangan medical check up tahap pertama dan terakhir kebetulan berbeda
dokter dan ruangan.
Saat itu aku diantarkan salah satu karyawan klinik itu menuju keruangan dokter,
“ Ini Mas ruangannya silahkan masuk, ” kata karyawan klinik.
“ Oh iya mbak, ” jawabku lalu aku lekas masuk keruangan itu.
Aku bukalah pintu ruangan dokter itu kemudian aku masuk,
“ Selamat sore Mas, ” suara lembut dokter wanita menyapa aku ketika aku membuka pintu ruang periksa.
Seketika itu akupun menoleh ke arah suara yang lembut dan menyejukkan
hati. Ketika aku melihat kearah dokter itu, tidak aku sangka ternyata
dokter yang akan memeriksa aku adalah tante cantik yang tadi aku lihat.
Wah, kalau jodoh emang nggak kemana,hha. Aku yang tadinya sudah
bermalas-malasan akhirnya bersemangat kembali.
Teryata khayalanku tadi menjadi kenyataan. Saat itu aku sempat terpana
melihat kecantikan dan kemolekan tubuh dokter itu, hingga pada akhirnya
lamunanku terbuyarkan oleh sapaan dokter cantik itu,
“ Loh kog berdiri disitu sih Mas, mari mas silahkan berbaring dikasur itu, ” ucapnya dengan lembut dan tersenyum manis.
“ Oh iya Bu dokter, maaf saya tadi melamun, ” jawabku lalu aku segera berbaring dikasur praktek Bu dokter itu.
Bu dokter cantik segera menyusulku kekasur prakteknya,
“ Jadi ini mecical check up tahap terakhir ya Mas, Oh iya mas tolong dibuka kaosnya Mas, ” ucapnya.
Aku yang disuruh seperti itupun segera menurut. Aku segera melepas kaosku lalu aku letakan disamping badanku,
“ Apakah Mas pernah menderita penyakit berat ? contihnya seperti
Tipes,Liver, ataupun oenyakit dalam yang lainnya?, ” tanyanya padaku.
Saat itu aku hanya menggeleng saja,
“ Okey, coba Mas tarik nafas lalu hembuskan secara perlahan yah, dan
lakukan berulang-ulang ya sampai saya bilang berhenti” ucap dokter
cantik itu dengan menempelkan stetoskopnya didadaku.
Saat stetoskopnya yang dingin itu menyentuh dadaku, seketika itu juga
aliran darahku mengalir kencang dan detak jantungku berdetak dengan
kencangnya. Tak hanya itu, parahnya saat itu batang penisku mulai
menegang,
“ Aduh gimana nih, kalau sampai ketahuan Bu Dokter mau bisa gawat nih, ” kataku dalem hati.
Saat itu akupun merasa gugup karena penisku berdiri dan kelihatn
menonjol dibalik celanaku. Sialnya saat itu Bu Dokter cantik memeriksa
dari dada turun keperut dengan stetoskopnya. Semakin khawatirlah aku
saat itu. Aku sempat menahan n nafsu agar penisku tidak menegang, namun
apa yang terjadi saat itu, semakin aku tahan semakin menonjol saja
penisku.
Gawat nih, ucapku dalam hati. Apalagi ketika bu dokter memeriksa
perutku, aku melihat belahan paudaranya yang putih dan mulus dari leher
kaosnya yang sedikit terbuka, maakin menjadi jadi saja nafsuku saat
itu. Penisku semakin tegang bahkan secara spontan penisku berkedut-kedut
dari dalam celana,
“ Loh Mas, kog kemaluan mas tegang yah, mas nafsu yah melihat saya, ” ucapnya tanpa rasa sungkan sedikitpun.
Matilah aku, ketahuan deh kalau penisku ereksi. Seketika mukaku memerah dan rasanya aku malu sekali,
“ Kamu pasti nafsukan melihat saya Mas, dasar anak muda nggak bisa lihat yang bening-bening,hha, ” ucapnya lagi meledekku,
Aku hanya terdiam dengan mukaku yang memerah karena malu,
“ Yaudah sekarang kamu lepas celana jeans sekalian celana dalam kamu,
saya mau memeriksa apakah kamu punya penyakit hernia atau tidak, ”
ucapnya.
Karena itu perintah dokter dengan terpaksa akupun membukanya. Jadi saat itu posisiku telanjang bulat,
“ Coba yah saya periksa dulu yah, ” ucapnya sembari memegang penisku.
Saat itu dokter cantik membelai buah zakar hingga kepala penisku secara terus menerus,
“ Gimana rasanya diginikan Mas, enak apa sakit Mas ???, ” tanyanya sembari terus membelai penisku.
“ Enak Bu dokter, ” ucapku polos dengan wajah memerah karena malu.
“ Oh enak, berarti kamu tidak punya penyakit Hernia ini. Ngomong-ngomong
penis kamu bagus juga yah Mas, udah gede, panjang, melengkung keatas
lagi, ” ucapnya.
Awalnya penisku hanya dibelai, namun lama-kelamaan tangan Bu Dokter
cantik itu mulai menggenggam dan mengocok penisku secara perlahan dengan
tangan lembutnya itu,
“ Ssssssssshhhh… Eughhhhh…, ” secara spontan aku mendesah.
“ Enak ya Mas diginikan, ” ucapnya dengan terus mengocok penisku.
“ Iya Bu, Oughhhh…, ” jawabku.
Wah ini dokter mau memeriksa apa mau ngajak aku ML yah, kog medical check up begini amat caranya,
“ Ngomong-ngomong kamu udah pernah ML apa belum sama cewek, ??, ” ucapnya mulai keluar jalur.
Aku yang merasa nikmat hanya menggelengkan kepalaku saja. Aku memang
belum pernah sekalipun diperlakukan oleh wanita seperti ini. Jangankan
dikocok pacaran aja belum pernah,hha,
“ Ouh belum pernah, masih perjaka yah kamu, ” ucapnya.
“ Iya Dok,Sssssssshhhh… Aghhhh…, ” ucapku lalu mendesah.
Tanpa banyak bicara lagi tiba-tiba saja dokter cantik itu mulai
mengkulum penisku. Mulutnya yang sexy itu mengkulum penisku dengan
lembut namun nikmat,
“ Ssssshhh… kog aku diginikan Dok, Ssssshhh… Ahhhhh.., ” tanyaku sembari menikmati kuluman maut bo dokter cantik.
Dokter cantikpun tidak menghiraukan lagi kata-kataku, dia secara terus
menerus mengeluar masukan penisku dari mulutnya dengan lincahnya. Baru
sekali ini aku merasakan di sepong sama wanita, ternyata rasanya sungguh
luar biasa. Dihisapnya penisku dengan penuh nafsu secara terus menerus,
“ Dok, Ssssshhhh… Ahhhh… Ughhhh, ” desahku.
Sekitar 10 menit penisku dikulum tiba-tiba saja kurasakan ada sesuatu
yang mendesak dari dalam penisku. Penisku berdenyut-denyit dengan
kencangnya dan,
“ Crutttttttttt…Crutttttttttt…Crutttttt, ”
Keluarlah spermaku didalam mulut Bu Dokter cantik itu. Spermaku saat itu
ditelan habis oleh Dokter cantik itu dengan lahapnya. Rasanya ngilu dan
geli sekali yah jika sudah ngecrot tapi penis masih dikulum. Setelah
spermaku ditelan habis dia berkata,
“ Dasar perjaka payah Yah kamu, masak baru di oral aja kamu udah keluar sih,hha.., ” ucapnya puas sembari meledekku.
“ Hihihi, Maaf Dok, jujur saya melakukan hal seperti ini baru sama Bu Dokter, ” ucapku polos dengan wajah memerah.
“ Iya saya tau, kelihatan kog kalau kamu masih perjaka,hhe.., ” ucapnya.
Aku kira saat itu sudah selesai medical check upnya setelah aku sudah
megeluarkan air maniku. Dokter cantik lagi-lagi membuatku bergairah. Dia
melepas satu persatu pakainya hingga telanjang bulat. Pakaianya
dibiarkan tergeletak dilantai begitu saja,
“ Loh kog Bu Dokter telanjang, kan yang medical check up saya BU ???, ” tanyaku dengan wajah keheranan.
“ Udah kamu nurut aja yah sama saya, kamu bakal dapet medical check up paling nikmat sedunia deh hari ini, ” katanya.
Setelah telanjang diapun naik keatas kasur dan tanpa berbicara dia
menindihku dan menciumiku. Wah ini udah nggak bener nih, ini buka n
medical chec up namanya, tapi medical ngentot, ucapku dalam hati. Bu
Dokterpun menciumiku secara brutal saat itu, dia mencium dan menjilati
bibir,leher, bahkan daun telingakupun dijilatinya,
“ Bu, Ouhhhhh… geli Buk, Eughhh…, ” ucapku kegelian.
Tanpa menjawab dia terus menjilat dan menciumi leher,bibir, dan telingku
secacara bergantian. Aku yang tidak mempunyai pengalaman dalam sex
saat itu aku hanya diam dan menikmatinya saja. Memang sex situ sungguh
nikmat sekali para pembaca. Beberapa menit dia melakukan itu padaku agar
aku terangsang lagi.
Usahanya memang tidak sia-sia, penisku yang tadinya sudah loyo, pada
akhirnya berdiri lagi. Karena penisku berdiri lagi, secara otomatis
peniskupun meyodok-nyodok bagian luar vagina Bu Dokter cantik. Bu Dokter
cantikpun mengetahui penisku yang sudah ereksi lagi. Mengetahui itu
diapun segera menghentikan jilatan dan ciumanya,
“ Wah penis kamu udah berdiri lagi yah, sekarang kamu akan merasakan hal terindah dalam hidupmu, ” ucapnya.
Setelah berkata seperti itu Bu Dokter cantikpun segera merubah
posisinya. Dia yang tadinya menindih tubuhku, saat itu dia merubah
posisinya dengan jongok diatas penisku. Dengan cepatnya dia meraih
penisku lalu dia gesek-gesekan pada bibir vaginanya,
“ Ssssssssshhhhh… Oughhhhh…Mas, Eughhhh…, ” desah Bu Dokter cantik.
Dia mendesah sembari terus mengesekan penisku pada bibir vaginanya,
“ Geli Bu, Oughhhhh… Ssssshhh… Ahhhh… Oughhhh.., ” desahku.
Penisku secara terus menerus digesekan pada vaginanya. Kurang lebih
selama 5 menit dia gesek vaginaya dengan penisku, lama kelamaan vaginaya
mengeluarkan cairan putih yang membuat vagina Bu dokter cantik basah.
Apa itu yah yang dinamakan lendir kawin wanita, batinku. Setelah basah
Bu Dokterpun segera memasukan penisku kedalam liang vaginanya,
“ Blesssssssssssssssssssssssssssss…. Ahhhhhhhhhh, ” desah Bu Dokter sembari mendongakan kepalanya keatas.
“ Bu, Ouhhhhhh… enak Bu, Aghhhhhhhhhhhhhhh.., ” ucapku nikmat.
Setelah penisku masuk didalam vaginanya Bu Dokter langsung saja
mengoyangkan pinggulnya. Vaginanya yang lembut dan terasa rapat itu
mulai memanjakan penisku. Bergoyanglah dia seperti menunggang kuda saja.
Dia bergerak naik turun, bergoyang memutar, dan maju mundur dengan
lincahnya.
Pingulnya meliak liuk dengan payudaranya yang nergerak naik turun
seiring dia mencabuliku. Aku yang merasakan nikmat saat itu hanya bisa
mendesah saja. Tubuhku rasanya seperti tersetum listrik teganagan
tinggi. Baru kali ini aku merasakan yang namanya making love, rasanya
geli,ngilu namun nikmatnya sungguh luar biasa. Bu Dokter tanpa henti
terus beraksi diatas penisku. Dinding Rahimnya yang terasa lembut dan
hangat membuat penisku semakin tegng saja. Rasanya saat itu penisku
seperti diremas-remas oleh vagina Bu Dokter.
Pantatatnya yang kenyal itu menempel dengan pahaku seiring dia bergoyang
diatas tubuhku. Wajah Bu Dokter ketika ML denganku memerah. Tidak
kusangka perjakaku hilang dengan seorang Dokter cantik yang semok dan
haus sex itu. Walaupun perjakaku hilang namun aku tidak merasa menyesal
sedikitpun.
Aku dan Bu Dokterterus mendesah nikmat dengan sesekali tubuh kami
mengejang. Perbuatan mesum kami saat itu tidak terlalu lama karena aku
sudah tidak tahan lagi menahan spermaku. Kira-kira sekitar 15 menit
penisku digoyang oleh memek hot Bu Dokter pada akhirnya penisku kembali
mengeluarkan lahar panasnya,
“ Crottttttttttttttttttt…. Crottttttttttttttttttt…. Crottttttttttttttttttt…. Crottttttttttttttttttt…., ”
“Aghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh… keluar lagi Bu Spermaku… Oughhhhh…, ” desahku panjang.
“ Aku juga keluar Mas… Ahhhhhhhhhhhhhhhhh, ” desah Bu Dokter menyusul.
Akhirnya kami mendapatkan klimaks yang hampir bersamaan. Karena saat itu
ada 2 orang yang masih mengantri untuk medical chek up tahap terakhir,
maka Bu Dokterpun segera melepaskan penisku dari dalam Vaginanya.
Setelah dicabut sperma yang tadi keluar di dalam vaginanya kembali
keluar dari liang vaginanya.
Aku dan Bu Dokter segera membersihkan alat kelamin kami dnegan
menggunakan handuk yang diberikan oleh Dokter cantik itu. Setelah bersih
kami segera mengenakan pakain kami kembali seperti semula,
“ Kapan-kapan kamu medical chek up lagi yah kesini Mas, nih kartu nama saya, nanti telefon saya yah,hhe, ” ucapnya genit padaku.
“ Iya Bu Dokter cantik, ” ucapku singkat.
“ Yasudah nanti biaya check up biar saya yang bayar yah, dan hasil check
up kamu biar saya antarkan juga nanti kerumah kamu yah, jangan lupa
nanti kamu smskan alamat rumah kamu, ” ucapnya.
“ Iya Bu, ” jawabku singkat.
Akupun saat itu segera meninggalkan ruang praktek medical mesum itu
dengan wajah yang riang. Singkat cerita kira-kira jam 9 malam ternyata
hasil check upku diantarkan oleh Dokter cantik itu. Karena sudah malam
Bu Dokter cantik setelah mengantarkan hasil check upku dia langsung
pulang dengan menggunakan mobil pajero-nya.



Tidak ada komentar: