Cerita Dewasa Yanti Penjaga Warung Plus Plus
Cerita Dewasa Yanti Penjaga Warung Plus Plus
LIGACAPSA Wanita berusia 34 tahun yang telah bersuami dan bernak 3 ini rela banting tulang demi mencukupi suaminya yang struk dan ketiga anaknya. Bahkan dia rela melayani pijat++ pada para pelanggan yang mau membayar lebih pada dia. Selain dia mendapatkan uang dari warungnya, dia juga mendapatkan kepusan sex dan dia juga mendapat uang dari hasil pijat plus-plus nya.
Posisisex-Cerita Sex Nyata,“Warung Makan Mbak Yanti” itulah warung makan
milikku. Aku membuka usaha ini sudah lama sejak aku masih lajang hingga
kini aku memiliki 3 anak. Dari sinilah aku mampu memenuhi kebutuhan
keluargaku. Dulu suamiku masih sehat aku hanya buka setengah hari. Kini
dia sakit hanya terbaring di tempat tidur saja. Aku harus membanting
tulang sendiri demi anak-anakku.
Cerita Sex Kiriman Pembaca-Diusia 34 tahun ini aku harus bekerja keras
demi anak-anakku. Suamiku sama sekali tidak bekerja karena sakit dia
hanya terbaring lemas. Makan mandi bahkan buang air sudah ditempat.
Dikala aku bekerja buka warung anakku sulung menjaga bapaknya. Kita
saling kerja sama karena kedua adiknya masih sekolah. Sebisa mungkin aku
harus bisa membiayai sekolah mereka.
Warung makan & pijat++,Anakku yang sulung membantu aku jika sudah
merawat bapaknya. Dia suapin makanan lalu memandikan bapaknya setelah
tertidur biasanya dia ke warung untuk membantu aku. Warungku lumayan
ramai pembeli,pagi jam 7 sudah banyak orang berdatangan. Masakanku
terkenal sangat enak harga terjangkau , ibu-ibu yang malas memasak bisa
langsung datang kesini.
Selain itu banyak para pelangganku seperti sopir angkutan/minibus atau
truck yang mampir ke warung. Warungku letaknya stategis di pinggir jalan
dimana orang berlalu lalang melewatinya. Tanpa menggunakan tenaga orang
lain aku bekerja sendiri. Anakku hanya cuci piring saja sedangkan aku
memasak hidangan dari pagi hingga malam hari.
Di warung juga menyediakan tempat istirahat, ada 2 kamar dengan busa
untuk sekedar tidur sebentar. Biasanya sopir jarak jauh banyak istirahat
disitu. Lumayankan dihitung perjam menambah penghasilanku. Ketika
warung buka sampai tutup aku berusaha menjaga penampilan agar tetap rapi
dan cantik. Penampilan bagiku penting biar nggak kapok untuk datang
kembali.
Kebanyakan orang pasti melihat tempatnya telebih dahulu. Jika tempatnya
bersih orang pasti nyaman untuk makan/sekedar membeli lauk saja. Jika
selesai memasak aku mandi kemudian bersiap dengan pakaian yang rapi.
Apalagi yang datang itu banyak kaum pria, kadang aku bersikapa sedikit
genit,hhe… bolehlah untuk menarik para pembeli.
Kadang suka ada yang minta pijit sama aku, asalkan mau bayar yah aku
layani,hhe. Semua aku berikan asal menghasilkan uang untuk kebutuhan
keluargaku. Kalau pas rame aku nggak pulang ke rumah, malam hari banyak
yang istirahat di warungku. Anak-anak jagain bapaknya di rumah mereka
sudah pada mengerti apa pekerjaan ibunya.
Banting tulang sendiri tanpa dibantu siapapun, untung saja anak-anak
mandiri tanpa bergantung dengan orang lain. Bekerja hingga larut malam
banyak godaan. Seorang wanita bekerja sendiri yang berdatangan di warung
pria-pria pastilah banyak godaan yang datang. Sedangkan aku lama tidak
dijamah suamiku, jangankan dijamah tangannya saja tidak bisa bergerak.
Apalagi kemaluannya sudah tidak dapat berfungsi dengan baik. Padahal
seusiaku ini masih membutuhan belaian kasih sayang suami. Tapi apalah
daya kebutuhan seksku tidak terpenuhi sudah 2 tahun lamanya. Kini aku
tergoda dengan seorang sopir yang sering datang ke warungku untuk makan
dan istirahat. Namanya mas Rudi dia adalah sopir minibus yang sering
menggodaku.
Dia bahkan berani memegang pantatku ketika tidak orang. Dia bilang gemas
dengan pantatku yang lebar. Ya aku biasa lama-lama aku jatuh ke
tangannya. Aku sampai ML dengan dia di warung. Kejadian ini bermula
ketika dia datang sore hari. Makan lalu numpang mandi dan beristirahat
sejenak. Kala itu aku sudah hampir tutup karena masakan sudah habis.
Dia meminta aku untuk membuatkan mie instan saja. Warung kemudian aku
tutup saja takut banyak orang berdatangan. Aku yang hanya menggunakan
daster sexy itu berjalan kesana kemari untuk membersihkan warung. Dia
tampaknya memperhatikan aku. Dia juga meminta aku untuk memijit
pundaknya,
“pijitin pundakku dong …”
“capek ya mas? Bentar ya nanti aku pijitin tapi jangan lupa ongkosnya
lebih mahal lho karena sudah tidak jam bekerja..hahaha” ucapku dengan
tertawa lepas.
“kalau pijit plus-plus sih ongkos pasti lebih banyak….” Saut mas Rudi.
“ahhhh mas Rudi bisa aja….”
Aku berhenti untuk menyapu dan mendekati dia yang katanya minta di
pijit. Aku pijit bahu dia dengan perlahan. Dia melepas baju biar
piitannya makin terasa. Badannya kekar seger sekali habis mandi aku
pijit dengan penuh perasaan,
“ini mah namanya bukan mijit tapi mengelus-elus, bikin ngaceng aja kamu mbak…..”
“ya gini mas pijitan aku banyak yang cocok kok, Cuma mas aja yang bilang seperti itu..”
Dia membalikkan badannya dan kita saling berhadapan. Wajah mas Rudi
ganteng juga pandangan kita sangat tajam. Mas Rudi membelai rambutku
tangannya menarik tubuhku hingga berpelukan dengan dia. Aku terdiam saja
tapi aku rasakan pelukan ini sangat hangat. Aku terbawa suasana,
kebetulan sudah lama sekali aku nggak di belai dan berhubungan sex
dengan seorang pria.
Mas Rudi melepaskan pelukan lalu mencoba menarik bibirku untuk dia
nikmati. Dia menciumi bibirku akupun membuka mulutku. Kita saling
berciuman aku semakin bergairah sekali. Tangannya masih asyik membelai
leherku. Hingga masuk ke dalam dasterku, dia meremas-remas payudaraku
dari luar. Nikmat sekali remasan itu.
Tangannya menuju ke pengait bra dan dia lepaskan bra ku. Tangannya
meremas-remas payudaraku hingga aku lemas. Putting susuku dibuat
menonjol besar sekali, dia plintir-plntir putting susuku. Dia tiba-tiba
mengendongku untuk masuk ke dalam kamar. Aku direbahkan di kasur busa
itu, dia membuka semua pakaiannya.
Aku pun membuka dasterku , dengan jelas dia melihat payudaraku dan
kemaluanku. Dengan cepat dia meremas kedua payudaraku dengan tangannya.
Dia remas dengan gerakan seirama aku mendesah,
“aaaakkkhhhh…..aaaaaaahhh…mas……ooohh……….”
Putting susuku dia tarik lalu dia putar-putar sehingga semakin membesar.
Wajah garangnya mendekati payudaraku, dia ciumi keduanya. Lalu dia
mejilati putting susuku dengan beringas dan penuh nafsu. Lidahnya seakan
berputar-putar menjilati putting susuku. Aku tergolek lemas dan pasrah
menikmati setiap gerakkan mesum mas Rudi,
“ooohh…aaahhh….ooohh…..aaaaahh nikmat……..”
Putting susuku yang masih kencang dan sudah lama tidak dikulum
pria,pada hari itu akhirnya diemut dan di tarik pakai mulut mas Rudy
sampai mau lepas rasanya,
“awww….pelan mas….aaaaaahhhhh…….”
Dia sangat bernafsu sekali,dia menikmati tubuh mulusku denganpenuh
gairah sex. Saat bibirnya masih mengulum putting mancungku, sementara
tangannya tak henti meremas-remas payudaraku yang montok dan bulat ini.
Tubuhku bergerak gelingsutan setiap kali aku merasakan kenikmatan sex
Dari mas Rudi.
Tangannku memegang bahunya sesekali aku juga mencengkeram lengan mas
Rudi ketika menahan kenikmatan sensasi sex yang diberikan mas Rudi. Dia
menjilati seluruh tubuhku hingga tubuhku mengejang sangat kuat. CD ku
dilepas dengan cepatnya, dan terlihatalah memekku yang penuh dengan bulu
kemaluan.
Dia buka memekku dengan jemarinya dengan mesranya, kakiku diangkat ke
atas dan terbuka sangat lebar sehingga memekku terlihat bagian dalamnya.
Aku mengangkang sehingga memekku terlihat dengan jelas. Aku menahan
kakiku yang mengangkang ke atas, sementara mas Rudi masih asyik
menjilati selakanganku.
Memekku dijilati dari dalam hingga luar. Itilku yang mancung dan bagian
dalam memekku yang lembut dijilati mas Rudy dengan liarnya. Kakiku
bergerak gerak serta tubuhku terus meronta-ronta karena begitu nikmatnya
perbuatan mesum mas Rudi padaku,
“Aaaaaakkhhhhkkkh…..mas….nikmat mas….aaahhh nggak kuat mas……”
Aku pun mengeluarkan cairan dari memekku. Cairan itu mengalir sangat
deras keluar dari memek tembem yang masih keset karena sudah lama tidak
terjamah penis laki-laki. Dia menikmati itilku yang menyeruak ke atas
besar sekali. Dia kembali mengulum itilku dan dia masukkan ke dalam
mulutnya. Dia menjilat dan mengkulum area vaginaku sangat lama sekali,
rasanya aku sudah tak tahan,
“ooohhhh….aaakkkhh……aaaaaaaahhh mas…..aaaahh…..”
Dia lepaskan itilku dia jilati dengan lidahnya sangat cepat. Saat itu
aku sangat horny hingga aku mengeluarkan cairan kental dari vaginaku
beberapa kali. Maklum lama tak dijamah pria, jadinya aku liar,hehe.
Setelah itu dia gesek-gesekkan ujung penisnya di luar lubang memekku.
Dia putar dan tekan ujung penisnya diluar memekku.
Rasanya memekku licin sekali karena aku banyak mengeluarkan lendir
kawin. Gesekan penis mas Rudy dibagian luar memekku sungguh membuat aku
melayang,
“aaaaahh…Mas, ayo mas masukin kontol kamu ke dalam memek aku dong mas….aaahhhh” ucapku merintih nimmat.
Nampaknya Mas Rudi saat itu menggodaku, dia terus memutar-mutar penisnya
dibagian luar memekku, namun enggan dia masukkan juga. Begitu seterusya
sampai dia tak tahan ingin masuk ke dalam lubang kehangatan milikku.
Tubuhku terus menggeliat dan desahan-desahan mesumku terus keluar dari
mulutku. Nampakya Mas Rudi sudah tidak lahanlagi untuk segera menikmati
liang vaginaku.
Penisnya yang berukuran besar itu akhirnya sedikit demi sedikit memasuki
liang sengamaku juga. Sedikit demi sedikit dia tekan masuk ke dalam,
“ssssssllleeeebbbbb…sssslleeebbb…aaaahhhhhhh…..enak Mas kontol kamu, ayo
masukin semua mas, jangan ujungnya aj….ahhhhhhh…” ucapku mendesah
nikmat.
Rasanya saat itu aku udah nggak tahan sekali, padahal itu baru ujung
penisnya saja yang masuk. Dia menekan penisnya ke dalam dengan dorongan
yang kuat. Seluruh batang penis mas Rudi akhirnya berhasil masuk ke
dalam memekku,
“ Zlebbbbbbbbbbbbbbbbbb… Ouhhhhhhhhhhhh Mas…. Ssssssshhhhh…., sodok memek aku Mas,Ouhhhh….” Ucapku dengan penuh gairah sex.
Dia menggerakkan pantatnya maju mundur , penisnya menusuk-nusuk memekku.
Aku pun mulai menggerakkan tubuhku. Aku berikan perlawanan biar
sama-sama merasakan kenikmatan. Aku memengang pinggul mas Rudi. Lalu aku
gerakkan pantatku seperti berputar-putar. Penis mas Rudi serasa
bergoyang dengan nikmatnya,
“aaaahhhh….aaaaaahhh….mas…..aaaaahhhh……ooohhh…….”
Yang awalnya perlahan kini mas Rudi menggebu-gebu. Penisnya keluar masuk dengan kerasaku menggerakkan pantatku keatas,
“jjllleeebb…jjleeeb…..ooohh ……aaaaaakkkhh……”
Aku goyangkan sedikit pantatku penisnya seperti tertancap di dalam
memekku. Dengan cepat aku menjepit penis mas Rudi lama sekali dia pun
merintih,
“aaaaaahh…..enak sekali….aaaahhh…..” rintih mas Rudi.
Aku lepaskan penisya dia kembali mendorong dengan keras. Lalu aku jepit
lagi begitu seterusnya hingga mnecapai klimaks. Tangan mas Rudi yang
terus menggairahkan nafsuku dengan meremas-remas payudaraku. Gerakan
kita semakin liar tak tertahankan, keluarlah pejuh dari penis mas Rudi,
“ccccrrrrrrrrooootttt…..cccrrrrrooooooottt……cccccrrrooooottt…..”



Tidak ada komentar: