Header Ads

Demo buruh, pasukan pengamanan & kendaraan taktis disiagakan di Balai Kota

Demo buruh, pasukan pengamanan & kendaraan taktis disiagakan di Balai Kota


Pasukan pengamanan mulai berjaga di area Balai Kota, Jakarta Pusat, menyusul akan adanya demo buruh pada hari ini. Kendaraan taktis milik polisi sudah terparkir sejak pagi di dalam Balai Kota.

Massa gabungan dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), rencananya akan melakukan unjuk rasa menuntut kenaikan UMP DKI Jakarta.

Pantauan merdeka.com, sejak pukul 09.00 WIB, belum ada pergerakan dari kelompok aksi. Rencananya massa berkumpul di sekitar area patung kuda sampai lapangan IRTI, Monas. Menurut laporan yang diterima polisi, akan ada sekitar 10.000 sampai 30.000 massa yang turun ke jalan.

Menurut Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Asep Guntur, ada 2000 pasukan gabungan yang mengamankan aksi di depan Balai Kota. Terpantau, sejak pagi tadi sudah bersiaga di lokasi.

"Pasukan gabungan dari Polri, TNI, dan Satpol PP," ujarnya ditemui di Balai Kota, Jumat (10/11).

Asep menuturkan pergerakan massa akan dimulai usai salat Jumat. Mereka akan berjalan dari depan IRTI menuju Balai Kota. Kemudian akan berorasi dan melanjutkan ke Pintu Monas di Medan Merdeka Barat. Buruh tidak diperbolehkan melakukan aksi sampai ke Istana.

Sebelumnya, polisi akan mengerahkan 15.000 personel untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa buruh dari Balai Kota Sampai Istana Negara. Aksi dilakukan menanggapi penetapan UMP DKI Jakarta yang disebut tidak berkeadilan bagi kaum pekerja.

"Kita sudah membuat rencana pengamanan dan kita sudah ada sekitar 15. 000 lebih personel yang kita siapkan baik itu dari Polda maupun dari Mabes Polri," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono kepada wartawan di kantornya, Kamis (9/11).

Buruh tersebut juga ada yang berasal dari luar Jakarta antara lain Banten, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Pihaknya, kata Argo akan mengamankan jalannya aksi dengan optimal, agar tak mengganggu aktivitas masyarakat.

"Terutama lalu lintas sudah kita siapkan juga, seandainya nanti harus melakukan rekayasa lalu lintas. Tapi itu semuanya situasional," papar perwira melati tiga tersebut.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.